goods stuff
@dxrkchocolx

Guys, ada berita dan video horor yang bikin lo bakal mikir dua kali sebelum nekat main wahana ekstrem.

Satu turis perempuan bernama Liu mati sia-sia karena kelalaian petugas.

Kasusnya terjadi di Taman Petualangan Air Terjun Maliuyan, Kota Huaying, Provinsi Sichuan, China—3 Mei 2026.

Awalnya, cuaca cerah, suasana ramai di taman petualangan waktu weekend.

Cewek ini lagi antusias mau coba wahana “waterfall swing”—ayunan gantung di atas tebing curam yang nempel di air terjun.

Dia naik, dipasangin safety harness (pengaman tali), terus duduk di ayunan.

Tapi pas dicek, dia langsung ngerasa ada yang aneh.

Dia bilang keras-keras, dua kali: “Tidak diikat erat! Tidak aman!” (沒有栓緊!)

Suaranya jelas di video, nada panik tapi masih sopan.

Lo bisa denger dia ulang-ulang, matanya melotot ke arah staff.

Tapi apa responsnya? Staff cuek bebek.

Malah ada yang ketawa kecil, seolah-olah cewek ini cuma lagi lebay atau takut berlebihan.

Mereka nggak ngecek ulang, nggak tarik tali, nggak ada double-check safety.

Langsung: “Yaudah, gas aja!”Dan… begitu dilepas, baru beberapa detik, harness-nya lepas.

Tali yang keliatan udah mulai aus dan tipis itu nggak kuat.
Cewek ini langsung jatuh bebas, nabrak tebing batu keras, lalu ambruk ke bawah.

Bukan jatuh mulus ke air—langsung hantam kebawah.

Dia masih sadar sebentar, tapi lukanya parah banget. Dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya nggak tertolong.

Mati di perjalanan.

Yang bikin tambah dramatis: ada foto setelah kejadian yang beredar.

Faktanya, itu karena benturan keras ke tebing—bukan jatuh biasa. Staff bahkan katanya terlalu cepat lepas tali, jadi dia nggak cuma jatuh, tapi “dilempar” ke dinding batu.

Bukan kecelakaan biasa, ini kelalaian murni.

Ini bukan “nasib sial” atau “kecelakaan kerja”.
Ini pembunuhan oleh ketidakpedulian.

Cewek itu udah kasih warning dua kali—jelas banget dia ngerasa tali longgar. Tapi staff lebih sibuk pengen cepet-cepet selesai shift daripada nyawa orang.

Nggak ada HSE (Health Safety Environment) yang beneran, nggak ada prosedur darurat, nggak ada yang berani bilang “Stop! Cek dulu!” Padahal wahana ini high-risk, tinggi banget, tebing curam, tali harus 100% aman.

Satu kesalahan kecil = mati.

Pihak taman langsung ditutup buat “perbaikan”.

Tapi lo tau sendiri, di balik kata-kata itu ada kelalaian sistemik: wahana ekstrem di China sering diprioritaskan untung cepet, turis banyak, tapi maintenance ala kadarnya.

Ekonomi lagi lesu, tiap tempat wisata berlomba bikin atraksi gila-gilaan buat narik pengunjung—tapi keselamatan? “Ah, nanti aja.”

Yang bikin makin penasaran dan marah: cewek ini bukan orang sembarangan yang nekat.

Dia turis biasa yang cuma mau seru-seruan.

Bayangin, dia lagi liburan, lagi happy, tapi dalam hitungan detik hidupnya tamat karena orang lain males ngecek.

Keluarganya pasti hancur. Netizen China sendiri pada ribut: “Ini pembunuhan!” “Staff-nya harus dihukum berat!” “Jangan main wahana gini lagi, nyawa lo jadi taruhan.”

Intinya, guys… kasus ini reminder keras buat semua kita. Jangan pernah percaya 100% sama orang lain soal keselamatan lo.

Kalau lo ngerasa ada yang nggak beres—teriak keras, tolak, turun. Jangan dipaksa “ah santai aja”.

Karena sekali tali lepas, nggak ada yang bisa balikin.

RIP Mbak Liu. Udah kasih warning, tapi mereka tuli. Semoga ini jadi pelajaran buat semua taman petualangan di dunia—jangan sampe nyawa manusia cuma dianggap konten viral doang.

Kalian berani coba wahana kayak gini lagi nggak, setelah liat ini?

Related Videos